MGEI LEARNING CENTER
7 APRIL 2017
[MGEI Learning Center]
Did You Know? "Cadangan Uranium Sebanyak 70.000 Ton berada di Indonesia"
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memperkirakan terdapat cadangan 70.000 ton Uranium dan 117.000 ton Thorium yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia. Sebagian besar berada di Kalimantan Barat, Sebagian lagi di Papua, Bangka Belitung, dan Sulawesi Barat.
Kajian terakhir yang dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) atas kandungan Uranium di Kabupaten Mamuju menunjukkan tinggi radioaktivitas berkisar antara 2.000 - 3.000 nsw per jam.
Selain itu, pada tahun 1974 sudah pernah dilakukan kegiatan eksplorasi untuk mengetahui potensi Uranium di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Menristek mengatakan bahwa pihaknya telah melihat langsung perkembangan Uranium di Melawi dalam bentuk Eksplorasi saja. Rencana pendirian PLTN yaitu di Kalimantan Barat sebagai daerah yang aman dari gempa dan tsunami, pada saat ini pemerintah tengah mencari lokasi PLTN di daerah yang potensi tsunami dan gempanya rendah.
Sumber : indocropcircles.wordpress.com

14 APRIL 2017

[MGEI Learning Center]
Tahukah anda ?? "China Merupakan Pemasok Logam Tanah Jarang (LTJ) Terbesar di Dunia Saat ini dan Mampu Mengendalikan Pasar di Amerika dan Jepang"
LTJ adalah logam khusus yang digunakan untuk meningkatkan kualitas material dasar yang biasa digunakan untuk komponen mesin seperti mesin jet pesawat tempur dan pesawat terbang komersial, sistem senjata rudal, elektronik, pendeteksi bawah laut, pertahanan antirudal, alat pelacak, pembangkit energi pada satelit, dan alat komunikasi. Logam ini dapat ditemukan di semua benua, namun keterdapatannya di alam masih dalam bentuk senyawa kompleks. Sehingga tidak semua negara dapat mengekstraksinya menjadi barang ekonomis.
Mengacu pada data USGS (2010), negara yang berhasil menjadi pemasok LTJ terbesar di dunia adalah china (97%), India (2,1%), brazil (0,5%), dan malaysia (0,3%). Dominasi dari china menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat dunia terutama negara maju yang bergantung pada logam ini untuk menajaga kualitas teknologi mereka.
Pada tahun 2009, china mulai memotong kuota ekspor LTJ mereka hingga 70% demi kepentingan nasional. Hal ini mengakibatkan harga LTJ dunia melambung tinggi hingga hampir 10 kali lipat. Amerika, jepang, dan negara eropa lainnya yang menjadi pengimpor terbesar LTJ tentu mengalami kewalahan dan mengajukan tuntutan ke World Trading Organization (WTO) atas monopoli China. Namun sampai sekarang ini WTO belum bisa memberi keputusan tegas dikarenakan isu lingkungan.
Sumber : Kurniawati dkk. 2013. Kebijakan Cina Membatasi Ekspor LTJ (Logam Tanah Jarang) ke Amerika Serikat. Artikel Ilmiah, Universitas Jember.
21 APRIL 2017

[MGEI Learning Center]
Did You Know? "Kehidupan Berumur 50.000 Tahun ditemukan di Gua Kristal"
Jauh di bawah permukaan tanah, tepatnya di gua Naica di Meksiko, peneliti tidak menyangka bisa menemukan sebuah kehidupan.
Kehidupan itu berupa mikroba yang terperangkap dalam kristal. Peneliti memprediksi, mikroba tersebut telah hidup di sana lebih dari 50.000 tahun.
Mikroba itu mengalami dormansi selama ribuan tahun, bertahan hidup hanya dalam kantung kecil cairan di struktur kristal. Peneliti kini mengekstraknya dan membangunkannya. "Mahluk itu begitu luar biasa," kata Penelope Boston, astrobiolog dan Direktur NASA Astrobiologi Institute seperti dikutip dari Science Alert Senin (20/2/2017). Gua kristal Naica mungkin terlihat indah namun tempat itu juga salah satu tempat yang paling tidak ramah di Bumi. Suhu di sana berkisar 45-65 derajat celcius dan tingkat kelembaban mencapi lebih dari 99 persen.
Tidak hanya suhu tinggi, kondisi lingkungannya juga asam serta gelap gulita. Tanpa sinar matahari, mikroba di dalam gua tidak bisa berfotosintesis.
Sebagai penggantinya, mereka melakukan kemosintesis menggunakan mineral seperti belerang dan dari kristal gipsum raksasa. "Banyak pihak mengklaim menemukan makhluk hidup purba yang hidup lebih lama, tapi organisme ini betul-betul istimewa, mereka tidak dekat secara genetik dengan organisme yang telah terdata," kata Boston.
Menanggapi temuan tersebut, Lopez-Garzia dari Pusat Riset Sains Nasional Perancis, mengatakan, "Secara prinsip mungkin saja ada mikroba terjebak dalam kristal." Jika memang terbukti benar, Boston akan memberi petunjuk bahwa Bumi pernah mengalami periode yang ekstrem dan menunjukkan adanya kemungkinan kehidupan dalam kondisi lingkungan yang ekstrem.
Sumber : www.nationalgeographic.co.id
28 APRIL 2017

[MGEI Learning Center]
Did You Know ? " Tim Ilmuan Berhasil Mengubah Karbondioksida Menjadi Etanol Menggunakan Katalis Tembaga"
Tim ilmuwan di Departemen Energi Oak Ridge National Laboratory Amerika Serikat secara kebetulan berhasil mengubah karbondioksida langsung menjadi etanol. Untuk membentuk etanol, para peneliti itu menambahkan “paku nano” karbon dan tembaga pada karbondioksida.
Etanol merupakan jenis alkohol yang ditemukan pada hand sanitizer dan beberapa jenis minuman. Etanol juga bisa diubah menjadi bahan bakar. Bensin di Brasilia, misalnya, mengandung 25 persen etanol. “Kami menemukannya secara tak sengaja. Kami mencoba untuk mempelajari langkah pertama pada reaksi yang awalnya diusulkan, ketika kami menyadari bahwa katalis melakukan seluruh reaksi sendiri,” ujar penulis utama studi, Adam Rondinone.
Sebenarnya, eksperimen tim ini merupakan bagian dari proyek penelitian jangka panjang yang menyelidiki bagaimana mengubah karbondioksida menjadi etanol. Para peneliti mengira, prosesnya akan membutuhkan beberapa langkah dan reaksi kimia yang rumit, namun ternyata justru lebih mudah dari yang mereka bayangkan. Mereka hanya perlu menambahkan katalis tunggal (tembaga) untuk mengubah karbondioksida jadi etanol.
Penemuan ini merupakan terobosan besar, mengingat bahwa karbondioksida yang merupakan aktor utama yang berkontribusi terhadap perubahan iklim, dapat diubah menjadi bahan bakar.
Hingga saat ini, belum diketahui apakah teknologi ini akan diproduksi secara massal. Jika biayanya terjangkau dan tersedia secara luas, teknologi ini berpotensi menjadi penghasil energi alternatif yang ramah lingkungan.
Sumber : www.nationalgeographic.co.id